Sahabat yang budiman dimanapun anda berada.

Secara umum makna shaum (puasa) yang kita ketahui ialah menahan diri dari makan-minum dan hal-hal yang membatalkan puasa itu sendiri. Mulai dari awal terbit matahari (fajar) hingga terbenamnya matahari, atau yang sering disebut dengan pergantian waktu antara petang menjelang malam (magrib).

FP Hukum Puasa Ramadhan

Hukum Puasa Ramadhan

Pada umumnya shaum itu disematkan pada kaum muslimin-muslimat diseluruh penjuru dunia, sebab ibadah shaum itu adalah suatu perintah Allah SWT kepada kaum muslimin-muslimat melalui firman Allah SWT yang ternukil di dalam Al-Qur’anul Karim. Yang berpesan bahwa shaum itu diwajibkan kepada orang-orang yang beriman.

 

Sahabat yang budiman diamanapun berada. Saat ini penulis akan menjelaskan terkait tentang hukum shaum ramadhan, untuk kita ketahui bersama.

 

Hukum Puasa

Dikutip dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma):

“Islam dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa ilaaha illallaah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan berhaji ke baitullah.”

 

Pada hadits ini sangat jelas disampaikan oleh baginda Nabi Muhammad SAW bahwa agama islam itu rukunnya ada 5, yaitu: 1. Syahadata’in (Asyhadu alla ilaaha illallah wa Asyhadu anna Muhammadar-rasulullah) 2. Menegakkan sholat fardhu (shubuh, dzuhur, ashar, magrib & isya) 3. Membawar/ menunaikan zakat bila telah sampai nisab dan haulnya 4. Berpuasa pada bulan ramadhan 5. Melaksanaan haji ke makkah bila yang mampu.

 

Saya hanya ingin menggaris bawahi bahwa pada hadits ini urutan rukun islam yang ke empat menyatakan bahwa shaum ramadhan itu menjadi syarat ataupun rukun mutlak bagi seorang muslim bila ia beragama islam. Dengan kata lain, bila bulan ramadhan telah datang, maka setiap muslim yang telah dikenai hukum wajib melaksnakan shaum ramadhan.

 

Sebagai penegasan kepada ummat sekarang (ummat akhir zaman) bahwa shaum itu tidaklah barang baru, tidaklah ajaran baru, ternyata shaum itu telah diwajibkan kepada ummat-ummat sebelum ummat muslim saat ini yang mengerjakan puasa tersebut. Suatu pertanda agama islam itu adalah agama yang update yang memiliki hubungan dan sekaligus kelanjutan dari ajaran-ajaran sebelumnya, dengan sejumlah perubahan, penyempurnaan dan koreksi dari ajaran-ajaran sebelumnya.

 

Penjelasan QS Al-Baqarah:183 bahwa:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

 

Secara terjemahan ayat ini sangat mudah untuk dipahami bagi siapa saja yang membacanya, yang memberi makna bahwa setiap orang yang beriman (yang mengucapkan kalimat syahadata’in)/ ummat islam. Apakah itu imannya kepada Allah SWT tebal atau tipis maka wajib baginya mengerjakan shaum di bulan ramadhan.

 

Menurut hemat saya cukup hanya dua dalil ini saja menjelaskan kepada kita semua bahwa hukum dari shaum ramadhan itu sangat jelas yaitu wajib, sebagaimana tertulis pada hadits dan ayat diatas jelas shaum ramahdan itu hukumnya wajib.

 

Wajib ialah sebuah status hukum terhadap suatu aktivitas dalam agama islam suatu perintah yang harus dikerjakan, bila aktivitas (ibadah) itu dikerjakan dengan seluruh syarat dan rukunnya maka ia akan memperoleh ganjaran (pahala) dari yang menyeru tersebut (Allah SWT), dan bila mana aktivitas (ibadah) tersebut tidak ia kerjakan maka ia akan memperoleh ganjaran (dosa) dari yang menyeru tersebut yaitu Allah SWT.

 

Sebenarnya masih banyak sekali dalil-dalil yang berbicara terkait tentang hukum dari ibadah shaum ini, namun penulis mencukupkan hanya dua dalil umum ini saja yang sangat familiar di kalangan ummat muslim.

 

Afwan, semoga bermanfaat.

Aekkanopan,

1 Ramadhan 1445 H – 11 Maret 2024

 

Oleh: Rudi Candra Simbolon, S.E.I., M.M

Kepala SD Muhsaka Labura