Dulu, semakin sering Anda memposting konten di media sosial, maka semakin banyak likes, pengikut, dan keterlibatan yang akan Anda dapatkan. Namun dengan lebih dari 1,1 miliar konten yang diterbitkan setiap hari di media sosial, platform media sosial tidak kekurangan konten.

Ilustrasi Panjang Konten Ideal Media Sosial

Ilustrasi Panjang Konten Ideal Media Sosial

Mereka kekurangan konten berkualitas!

Untuk memberi gambaran, ketika NeilPatel dan Rekan menganalisis 5.204.391 posting media sosial dalam periode 30 hari, 59,41% di antaranya tidak mendapat keterlibatan sama sekali.

 

Jika persentase itu berlaku dengan tingkat yang sama, artinya jika 1,1 miliar konten diterbitkan setiap harinya, lebih dari 653 juta di antaranya tidak mendapat like, komentar, share… intinya tidak ada keterlibatan sama sekali.

Jadi, hanya memposting konten dalam jumlah besar tidak membantu lagi untuk meningkatkan interaksi media sosial Anda.

 

Dengan asumsi Anda memiliki konten berkualitas, berapa frekuensi posting yang ideal? Atau bahkan panjang konten Anda?

 

Mari kita mulai dengan panjang konten.

 

Panjang Konten Ideal Setiap Media Sosial

Ingat bahwa ini bukan berdasarkan data saya pribadi. Melainkan hasil penelitian yang dilakukan oleh NeilPatel dan Rekan.

Berikut data yang ditunjukkan oleh penelitian tersebut:

 

TikTok adalah platform yang cocok untuk konten video pendek. Video yang berfokus pada hiburan sebaiknya berdurasi 18 hingga 31 detik agar mendapatkan keterlibatan maksimal. Sementara itu, jika tujuan Anda adalah konten edukatif, video dengan durasi 42 hingga 54 detik cenderung mendapat lebih banyak keterlibatan dari pengguna.

 

Di Instagram, untuk jenis konten Reels yang menghibur, durasi 11 hingga 17 detik dianggap paling ideal. Sedangkan untuk konten Reels yang bersifat edukasi, pengguna lebih menyukai video dengan durasi 38 hingga 51 detik. Jika Anda memposting karusel gambar, sebaiknya terdiri dari 7 hingga 10 slide dengan memasukkan kalimat pembuka yang menarik (hook) di slide pertama dan kedua. Hanya menggunakan hook di slide pertama saja tidak cukup untuk meningkatkan keterlibatan.

 

Pada platform LinkedIn, video pendek sebaiknya berdurasi 40 hingga 46 detik. Anda juga dapat menambahkan satu atau dua kalimat teks sebagai kait (hook) untuk menarik perhatian. Untuk video panjang, durasi 3 hingga 4 menit dianggap paling optimal. Video bisa dibuat hingga 10 menit di LinkedIn, namun video dengan durasi 3-4 menit mendapat keterlibatan lebih baik daripada yang lebih panjang. Sedangkan untuk konten teks, jika sifatnya motivasi sebaiknya 20 hingga 38 kata, tapi jika edukatif sebaiknya 291 kata agar mendapat keterlibatan maksimal.

 

Di YouTube, untuk jenis Shorts yang menghibur, durasi ideal adalah 28 hingga 33 detik. Untuk Shorts edukatif, durasi 41 hingga 57 detik lebih disukai. Adapun untuk video panjang, durasi rata-rata 7 menit 9 detik mendapat keterlibatan paling tinggi. Anda bisa membuat video lebih panjang hingga 20 menit, namun keterlibatan cenderung tidak meningkat signifikan setelah durasi tersebut.

 

Mohon maaf untuk pengguna Facebook, Penelitian Neil Patel dan Rekan tidak dapat menemukan kesimpulannya.

Sementara itu, di Facebook tidak ditemukan pola khusus terkait panjang konten yang mendorong keterlibatan lebih tinggi. Sebagian besar konten di Facebook, baik pendek maupun panjang, cenderung memiliki keterlibatan yang rendah untuk jangkauan organik.

 

Berikut Ringkasan Panjang Ideal Konten di Setiap Media Sosial.

TikTok

  • Video Hiburan atau komedi: 18-31 detik
  • Video edukatif: 42-54 detik

Instagram

  • Reels hiburan: 11-17 detik
  • Reels edukatif: 38-51 detik
  • Karusel: 7-10 slide, dengan kait menarik di slide 1 dan 2

YouTube

  • Shorts hiburan: 28-33 detik
  • Shorts edukatif: 41-57 detik
  • Video panjang: Rata-rata 7 menit 9 detik

LinkedIn

  • Video pendek: 40-46 detik, tambahkan sedikit teks sebagai pengait
  • Video panjang: 3-4 menit
  • Teks motivasi: 20-38 kata
  • Teks edukasi: 291 kata

Deskripsi TikTok

  • Hiburan: 14-21 kata
  • Edukatif: 173 kata

 

Facebook Tidak ada pola jelas, kebanyakan konten kurang mendapat keterlibatan.

 

Secara umum, gunakan konten berkualitas dengan panjang sesuai platform dan tujuan konten (menghibur atau mengedukasi). Frekuensi posting ideal akan dibahas selanjutnya.

 

Meski panjang konten memang mempengaruhi keterlibatan, faktor kualitas konten jauh lebih penting. Pastikan konten yang Anda buat relevan, menarik, dan sesuai dengan preferensi audiens di setiap platform, serta disesuaikan dengan tujuan apakah menghibur atau mengedukasi. Dengan mempertimbangkan kaidah panjang ideal di atas, diharapkan konten Anda bisa mendapat sambutan lebih baik.

 

Mari kita lihat berapa kali kita harus memposting agar mendapatkan interaksi yang lebih tinggi untuk setiap media sosial.

 

Frekuensi Posting Ideal Setiap Media Sosial

Baiklah, berikut penjelasan frekuensi posting ideal di setiap platform media sosial:

TikTok

TikTok benar-benar menginginkan Anda untuk aktif memposting konten. Idealnya, posting 1-3 video per hari, tapi lebih baik mendekati 3 daripada 1. Semakin sering posting, semakin cepat membangun momentum akun dan meningkatkan jangkauan konten Anda di masa depan. TikTok seperti lahan percobaan untuk konten Anda sebelum mempostingnya di platform lain.

 

Instagram
Untuk Feed/Reels, posting 1-2 konten per hari cukup ideal. Untuk Story, 2-4 konten per hari. Live sekali dalam seminggu, atau 2-3 kali lebih baik. Posting lebih dari 2 kali sehari bisa menurunkan jangkauan konten sebelumnya. Jadi pastikan berikan kesempatan konten Anda mendapat perhatian.

 

YouTube

Sederhana, posting 1 video Shorts dan 1 video panjang setiap hari, dengan jarak minimal 5 jam di antara keduanya. Jika sulit posting video panjang setiap hari, minimal posting 1 video panjang per minggu. Untuk Shorts, usahakan posting setiap hari.

 

LinkedIn

Batasinya 1 posting per hari saja. Kalau posting terlalu sering, bisa menurunkan jangkauan konten sebelumnya. Jika ingin posting lebih dari 1 kali, beri jeda minimal 7 jam.

 

Facebook

Sepertinya tidak ada pola khusus untuk frekuensi posting di Facebook. Meski Anda posting banyak atau sedikit, tingkat keterlibatannya cenderung sama saja. Mungkin pola tersembunyi ada, tapi dibutuhkan analisis lebih banyak akun untuk menemukannya.

 

Jadi intinya, manfaatkan peluang di setiap platform dengan posting seminimal mungkin sesuai batas ideal, tapi dengan fokus pada kualitas konten, bukan kuantitas. Semoga penjelasan ini membantu!

 

Pesan dr. Rifan

Setelah membaca data penelitian tentang panjang konten dan frekuensi posting di berbagai media sosial, izinkan saya memberi beberapa saran.

 

Angka-angka dalam data tersebut bisa dijadikan panduan umum. Namun, Anda tidak harus mengikutinya sepenuhnya seperti resep dokter. Gunakan saja sebagai pedoman kasar dalam membuat strategi konten.

 

Yang jauh lebih penting adalah aspek kualitas konten. Jika konten Anda benar-benar luar biasa seperti konten Mr Beast, aturan panjang dan frekuensi posting tidak terlalu berpengaruh. Platform media sosial pasti akan mengapresiasi konten hebat Anda dengan keterlibatan tinggi.

 

Sayangnya, tidak semua orang mampu konsisten membuat konten sebagus itu, terutama untuk konten B2B yang cenderung lebih teknis. Untuk sebagian besar dari kita, mengikuti panduan praktis tentang panjang dan frekuensi posting bisa membantu meningkatkan kinerja konten.

 

Yang terpenting, buatlah konten berkualitas dengan menyesuaikan panjang dan frekuensi yang ideal untuk setiap platform. Jangan kejar kuantitas semata, tapi utamakan menghadirkan nilai untuk audiens. Dengan demikian, keterlibatan akan meningkat dan tujuan pemasaran bisa tercapai.

 

Jadi itu Saran saya, teman-teman. Tetap sehat dan semangat dalam memproduksi konten media sosial yang bermanfaat! Sampai jumpa lagi.

 

Bagikan pengalaman teman-teman dalam sharing konten di kolom komentar!