Regenerasi kepemimpinan adalah hal mutlak yang harus berlangsung di organisasi otonom Muhammadiyah Labuhanbatu Utara sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna. Meski begitu, ada hal yang harus diperhatikan dalam sistem perkaderan ke depan.
Pertama, strategy dakwah Muhammadiyah Labura adalah yang harus dengan segera dirancang. Keberlangsungan Muhammadiyah beserta Ortomnya tidak dapat terus berharap lewat pendidikan dan biologis semata, melainkan berperan kuat dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Muhammadiyah Labura tidak cukup hanya memiliki 6 SD/MD, 3 SMP, 2 SMA/SMK, 1 Panti Asuhan, perlu memikirkan berdirinya Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Melihat IMM sebagai salah satu ortom harus ditopang sebagai wilayah dakwah. Maka nantinya akan muncul sebuah lingkup kaderisasi ke luar dengan wilayah dakwah lebih luas.
Kedua, kedudukan Muhammadiyah sebagai ide pembaruan Islam harus concern kepada perkaderan hingga pada akhirnya distribusi kader menjadi tujuan yang sangat penting eksistensinya dalam dinamika pergerakan, politik dan akademisi di Labuhanbatu utara. Sebab, selain pada ranah pendidikan, Muhammadiyah di Labura juga harus menancapkan perannya juga pada ranah ekonomi dan politik. Saudagar Muhammadiyah harus kembali menjadi sebuah ijtihad agar gerakan sosial mampu ditopang oleh lazis, sehingga disparitas ekonomi di Labura mampu ditekan oleh Orgnisasi Islam terbesar.

 

Ketiga, jati diri ortom sebagai pelopor pelangsung dan penyempurna amal usaha harus diberikan pendidikan lewat sekolah kader. Follow up perkaderan di setiap tingkatan pimpinan masing-masing ortom perlu ada penyeragaman, agar sebutan Angkatan Muda Muhammadiyah menjadi harmonis didengungkan di bumi ‘Basimpul Kuat Babontuk Elok’.
Maka dengan begitu, masa depan Labura adalah milik Pelajar, Mahasiswa dan pemuda Muhammadiyah. Hal ini didasari oleh kuantitas dan kualitas kader yang mampu menggerakkan civil society dalam dakwah “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”. Muhammadiyah tidak boleh sampai hibernasi di Labura.
Fastabiqul Khairat.
*Tulisan Pengantar pada Diskusi Internal Tahun 2016 dengan penyempurnaan.